Minggu, 19 Desember 2010

Proposal Budidaya Jamur Tiram

RANGKUMAN EKSEKUTIF

Dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk, produksi tanaman bahan pangan memegang peranan yang sangat penting bagi pembangunan di sektor pertanian, penyediaan pangan yang mencukupi baik dalam kuantitas maupun mutu gizinya secara merata dan tingkat harga yang layak merupakan kondisi yang diperlukan guna tercapainya stabilitas ekonomi yang mantap. Sejalan dengan hal itu, keberadaan industri kecil bidang pertanian ini akan menciptakan mata rantai kegiatan pengolahan di dalam negri yang semakin panjang. Selain itu akan memberikan dampak positif terhadap usaha-usaha peningkatan pendapatan petani dan usahawan kecil, perluasan berusaha serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Dalam subsektor tanaman hortikultura masih dibutuhkan adanya perluasan produksinya, terutama jamur yang memiliki prospek semakin cerah, baik dilihat dari segi ekonomi maupun dari segi teknik budidayanya. Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di daerah tropik memiliki potensi untuk budidaya jamur tiram, karena banyak memiliki limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk medium produksi jamur tiram. Namun kenyataanya budidaya jamur tiram belum banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Dari segi teknik budidayanya, jamur tiram dapat dibudidayakan dengan mudah karena Indonesia memiliki potensi wilayah yang menunjang perkembangannya. Jamur tiram salah satu jamur pengan yang tersebar luas di daerah beriklim sedang. Walaupun demikian, daerah tropik juga dapat dapat memberikan kondisi lingkungan yang sesuai untuk keberhasilan pertumbuhan jamur tiram. Terlebioh lagi jamur tiram menghendaki temperatur optimum mendekati 300 C untuk pertumbuhan. Sedangkan dari segi ekonomi, prospek jamur dalam negri cukup cerah karena permintaan jamur semakin meningkat sehingga untuk memenuhinya Indonesia masih harus mengimpor.

1. ANALISIS SITUASI

Pada dasarnya prospek pasar jamur cukup cerah. Kalau usaha ini digarap secara serius dan dalam skala industri, tidak mustahil negara kita dapat menggeser posisi dan mengalahkan negara pengekspor utama.
Ada beberapa macam jamur yang beredar di pasaran selama ini, seperti jamur merang, jamur tiram putih, jamur tiram abu, jamur shiitake, jamur kuping, jamur lingzhi, jamur morel, jamur campignon, dan sebagainya. Yang paling luas dipasarkan ke seluruh dunia adalah jamur merang dan jamur campignon. Kemudian jamur shiitake dan jamur tiram. Jamur merang, jamur campignon, dan jamur tiram belum menjadi sayuran utama yang dijadikan menu sehari-hari bagi masyarakat. Maka wajarlah jika belum semua orang mengenal dan mengkonsumsi jamur apalagi jamur tiram yang belum begitu populer karena kurang promosi dan menganggap jamur ini beracun, terutama masyarakat pedesaan.
Walaupun jenis jamur yang dikonsumsi beragam, dalam wirausaha ini difokuskan hanya pada jamur tiram putih. Hal ini disebabkan karena jamur tiram putih memiliki arti ekonomi yang cukup tinggi, karena selain teknik budidayanya mudah, juga memiliki rasa khas dan nilai gizi yang tinggi. Selain itu juga jamur tiram putih paling laris dan banyak dicari dibandingkan dengan jenis jamur yang lain.

Di Indonesia jamur tiram putih ini belum banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai makanan tambahan. Karena selain harganya yang relatif mahal, juga karena belum banyak dikenal. Jika Indonesia dapat memanmfaatkan peluang tersebut yaitu dengan perluasan usaha dan peningkatan mutu secara produktivitas, maka Indonesia dapat menjadi negara pengekspor yang dapat diandalkan. Disamping meningkatkan keuntungan bagi setiap pengusaha juga dapat menunjang devisa dan perluasan kesempatan kerja.

2. TUJUAN USAHA

Tujuan dari usaha ini adalah :
a. Mengembangkan jiwa wirausaha yang profesional dan mampu bersaing.
b. Mampu menganalisis, mengelola dan memanfaatkan peluang.
c. Memenuhi kebutuhan konsumen.


3. DATA PERUSAHAAN PENGELOLA

3.1 Nama Perusahaan
Wirausaha jamur tiram putih ini bernama “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI” merupakan salah satu sub bidang dalam komunitas Agribisnis Centre.

3.2 Lokasi Perusahaan
Tempat usaha “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI” terletak di Jl. ZA Pagar Alam Gg. Dakwah No. 29 Kedaton Bandar Lampung.


3.3 Bentuk Badan Usaha

Usaha yang dijalankan masih berupa usaha sederhana, sehingga struktur organisasi dan susunan kepengurusan yang ada masih sangat terbatas.

4. PENGEMBANGAN USAHA

Usaha ini dimulai dengan pendirian kumbung yang berukuran 8 x 20 m dan rak jamur 20 buah sebagai sarana yang digunakan dalam menjalankan wirausaha jamur tiram ini.

5. KAPASITAS PRODUKSI

Untuk proses produksi, dilaksanakan secara continue dengan selang waktu dua hari yang menghasilkan 400 polybag untuk satu kali produksi. Sehingga diasumsikan setelah tiga bulan pertama akan menghasilkan 5 kg jamur tiram putih setiap hari sampai jangka waktu sembilan bulan.

6. PELUANG USAHA

Pada dasarnya prospek wirausaha jamur tiram putih di Bandar Lampung cukup cerah. Hal ini disebabkan karena jamur tiram putih memiliki arti ekonomi yang cukup tinggi, karena selain teknik budidayanya yang mudah juga memiliki rasa khas dan nilai gizi yang tinggi. Selain itu juga jamur tiram putih paling laris dan banyak dicari jika dibandingkan dengan jenis jamur yang lain. Kalau usaha ini digarap secara serius dan dalam skala usaha industri, maka selain dapat meningkatkan keuntungan bagi setiap pengusaha juga dapat menunjang devisa dan perluasan kesempatan kerja.


7. ANALISIS DAN KELAYAKAN USAHA

7.1 Aspek Pengadaan
Proses realisasi wirausaha jamur tiram dimulai dengan pengadaan kumbung yang berukuran 8 x 20 m, 20 buah rak jamur dan komponen yang diperlukan untuk menunjang proses wirausaha tersebut. Peralatan yang digunakan dalam proses produksi ini antara lain 2 buah drum, 2 buah hand sprayer, 2 buah sekop, dan cangkul.

7.2 Asapek Organisasi
Wirausaha jamur tiram putih Agribisnis Tiram Mandiri ini diusahakan oleh kelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang terdiri dari :

1. Penanggungjawab Usaha :
Nama : Juanda Saputra
NPM : 004021076
Jurusan : Hortikultrura

2. Pemimpin Usaha :
Nama : Jakes Sito
NPM : 0114021008
Jurusan : Sosial Ekonomi Pertanian

3. Pelaksana Usaha :
Nama : Rizal Ferdiansah
NPM : 0114021072
Jurusan : Hortikultura

4. Pelaksana Keuangan dan Administrasi :
Nama : Mafrun Pratama
NPM : 0114021088
Jurusan : Sosial Ekonomi Pertanian


Struktur Organisasi Wirausaha “AGRIBISNIS TIRAM MANDIRI”


7.3 Analisis Biaya

Biaya total modal pertama usaha jamur tiram ini adalah Rp. 9.300.000,00. Proyeksi penerimaan perbulan rata-rata adalah Rp. 1.350.000 dengan asumsi mendapatkan hasil panen sebanyak 112,5 kg dan harga jual Rp. 12.000/kg.
Biaya produksi selama satu bulan adalah Rp. 1.600.000,00 dengan perincian sebagai berikut :

Biaya Tetap
1. Pembuatan kumbung (8x20m) Rp. 5.000.000
2. Pembuatan rak jamur (20 buah) Rp. 2.000.000
3. Pembelian 2 Handsprayer @ Rp. 350.000 Rp. 700.000
Total Rp. 7.700.000

Biaya Variabel
1. Pembelian 100 karung sengon Rp. 150.000
2. Pembelian 40 botol bibit Rp. 660.000
3. Pembelian 70 kg kapur Rp. 40.000
4. Pembelian 70 kg dedek Rp. 140.000
5. Pembelian 14 kg plastik PP Rp. 280.000
6. Pembelian 10 kg karet Rp. 100.000
7. Pembelian 10 m pipa paralon Rp. 150.000
8. Pembelian kayu bakar Rp. 100.000
9. Pembelian 2 drum Rp. 80.000
Total Rp. 1.600.000


Total Biaya = Rp. 7.700.000 + Rp. 1.600.000
= Rp. 9.300.000

Penerimaan selama satu tahun
= 1350 kg x Rp. 12.000/kg
= Rp. 16.200.000

Penerimaan bersih selama satu bulan (NPV)
= Rp. 16.200.000 – Rp. 9.300.000
= Rp. 6.900.000

B/C Ratio = Penerimaan
Biaya Produksi
= Rp. 16.200.000
Rp. 9.300.000
= 1,74

Artinya setiap penambahan biaya Rp. 1,00 maka akan menambah penambahan sebesar Rp. 1,74 dan karena B/C > 1 maka usaha ini layak untuk diusahakan/dikembangkan.

8. PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat, terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu merealisasikan wirausaha jamur tiram ini. Semoga kita selalu mendapat kepastian rahmat dan hidayah dari Allah SWT.



Bandar Lampung, 27 Juni 2003

Penanggungjawab Usaha Pimpinan Usaha

Juanda Saputra Jakes Sito
Direktur Executiffe Projek Offiser

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Newer Post Older Post ►